Sabtu, 27 April 2019

330 Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi, Bebas Biaya Kuliah Sampai Selesai


Humas IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare termasuk perguruan tinggi yang berhasil memfasilitasi mahasiswanya dengan berbagai program beasiswa. Sejak 2013, IAIN Parepare telah memperoleh kuota program beasiswa Bidikmisi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi RI. Terhitung mulai angkatan 2015-2018, total mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi berjumlah 330 orang.










Pada Jumat, 26 April, melalui prakarsa pengurus Ikatan Keluarga Bidik Misi IAIN Parepare, sekitar 330 mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi berkumpul di AULA IAIN Parepare melakukan tudang sipulung. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor bidang APK, Sitti Jamilah Amin, Wakil Rektor bidang AUPK, H. Sudirman L., Wakil Rektor bidang KK, Muhammad Saleh, Dekan Tarbiyah, Saepudin, Dekan FUAD, Abdul Halim K., Dekan FEBI, Muh. Kamal Zubair, Dekan FASYKHI, Muliati, Kabag AUK, Muh. Jafar, dan Kasubag Akademik, Sunandar dan beberapa pejabat lainnya.










Saat memberikan sambutan, Wakil Rektor bidang KK, Muhammad Saleh menyampaikan bahwa program Beasiswa Bidikmisi merupakan program khusus pemerintah untuk membantu mahasiswa yang berkemampuan ekonomi rendah (kategori miskin). Tujuannya, agar masyarakat miskin dapat melanjutkan pendidikannya pada tingkat perguruan tinggi. Muhammad Saleh berharap agar mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi tidak menyia-nyiakan program tersebut dengan mengikuti proses perkuliahan secara sungguh-sungguh dan menunjukkan prestasi akademiknya.










Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan ini menitipkan harapan agar mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi harus lebih berprestasi dibanding dengan mahasiswa lainnya pada semua bidang, baik prestasi akademik, organisasi, kepemimpinan, atau pun kompetensi lainnya. Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi harus memiliki distingsi yang positif dan menjadi mahasiswa tauladan di tengah-tengah mahasiswa IAIN Parepare yang mencapai ribuan orang. Jangan justru sebaliknya, menjadi mahasiswa pemalas yang lebih banyak tinggal di kos-kosannya tidur-tiduran.









Melalui program Beasiswa ini, mahasiswa tinggal belajar dan kuliah karena besaran beasiswa yang diterima cukup besar, yaitu 6 juta – 6,6 juta rupiah per semester. Jumlah ini cukup lumayan untuk membiayai segala kebutuhan mahasiswa termasuk SPP dan biaya hidup sehari-hari. Mahasiswa akan menerima Beasiswa ini selama 8 semester. Itu berarti, mereka bebas biaya kuliah sampai menyelesaikan studinya.






Sementara itu, Sunandar yang menjadi pengelola Beasiswa Bidikmisi sekaligus Dewan Pembina organisasi paguyuban Ikatan Keluarga Bidik Misi dalam laporannya menyampaikan berberapa masalah terkait program Beasiswa Bidikmisi. Menurutnya, ada beberapa mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi yang prestasi akademiknya anjlok atau ber- IPS di bawah 3,0. Hal tersebut tentunya menjadi masalah karena seharusnya Beasiswa Bidikmisi berpengaruh positif terhadap prestasi mahasiswa. “Jika prestasi rendah berarti pemberian beasiswa itu sia-sia” ujar Sunandar yang juga menjabat Kasubag Akademik. “Saya berharap, para penerima Beasiswa ini memiliki prestasi yang baik dan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya, khususnya dalam menjalankan kode etik mahasiswa.










Masalah lainnya, ungkap Sunandar, hendaknya mahasiswa membuat laporan pengggunaan Beasiswa secara baik dan jujur dengan mencantumkan bukti-bukti pembiyaan. “Hal ini sangat penting karena laporan itu akan menjadi bahan pemeriksaan BPK atau pun inspektorat. Jika terjadi manipulasi, bisa saja menjadi temuan. Aturan-aturan pembuatan laporan itu harus diikuti karena formulasi itu adalah ketentuan dari pemerintah, bukan dibuat-buat oleh pengelola.” katanya.






Acara tudang sipulung ini juga disertai sesi dialog antara penerima Beasiswa Bidikmisi dengan pimpinan kampus. Semua Wakil Rektor hadir sebagai narasumber dalam acara tudang sipulung tersebut. Sitti Jamilah Amin sebagai Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Kelembangan memberikan penjelasan terkait kebijakan-kebijakan akademik dan pengembangan kelembagaan. Sementara Wakil Rektor bidang Administrasi, Umum dan Keuangan, H. Sudirman L.,banyak menjelaskan tentang regulasi tentang keuangan dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, H. Muhammad Saleh menjelaskan seputar kemahasiswaan. Tudang sipulung ini sekaligus menjadi ajang curhat dari mahasiswa. Banyak masalah yang mereka kemukakan kepada narasumber dan semua terjawab secara tuntas oleh para Wakil Rektor. (s.s).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar