Jumat, 26 April 2019

Donorkan Darah, Wakil Dekan AUPK FEBI: Setetes Darah Bermanfaat bagi Sesama


Humas IAIN Parepare--- Kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Aula IAIN
Parepare, Kamis, 25 April ramai di datangi para sukarelawan donor darah.
Peserta donor darah datang dari civitas akademika kampus, baik mahasiswa,
pegawai, dosen, dan beberapa pejabat kampus. Nampak dalam jejeran pendonor,
hadir Wakil Dekan bidang AUPK, Yasin Soumena bersama pejabat lainnya seperti
Kasubag Akademik, Sunandar, Kepala UPT TIPD, Sufyaldi, Ketua Prodi Ekonomi
Syariah Pascasarjana, H. Rahman Ambo Asse, Ketua Prodi PAI Pascasarjana, Ali
Halidin dan beberapa pegawai dan dosen dalam lingkup kerja IAIN Parepare.









Kedatangan Yasin Soumena di tempat donor darah disambut hangat oleh pengurus KSR PMI unit 01 IAIN Parepare selaku pelaksana kegiatan. Pria yang selalu tampil semangat ini mengaku sebagai pendonor yang rutin dan telah memiliki kartu indentitas pendonor darah yang dikeluarkan oleh UTD PMI kota Parepare. “Sudah lama, saya menjadi anggota aktif pendonor darah melalui Palang Merah Indonesia di Parepare. Donor darah itu sangat bermanfaat, bukan saja untuk orang lain, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan kita pribadi. Setetes darah itu sangat bermanfaat untuk kemanusiaan. Kita menolong orang lain, sekaligus menyehatkan diri kita pribadi” katanya saat dihubungi. “Rutin untuk donor darah itu penting, sehat dan beramal, setetes darah bagi sesama” tambahnya. Beliau juga berharap peserta donor darah di IAIN Parepare terus bertambah, sehingga kontribusi dan sumbangsinya terhadap persediaan darah siginifikan jumlahnya, khususnya untuk kota Parepare.





Indonesia termasuk negara
berkebutuhan tinggi terhadap darah. Berdasarkan berita yang dirilis media
Tempo.co, April 2018, Direktur
Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo
menyatakan Indonesia membutuhkan 5,1 juta kantong darah setiap tahun. Sementara
yang terpenuhi hanya sekitar 4,2 juta kantong. Untuk memenuhi kebutuhan
tersebut, unit transfusi darah yang dikelola oleh pemerintah pusat maupun
daerah, rumah sakit serta Palang Merah Indonesia disarankan
memperluas akses layanan kepada masyarakat. Harapannya, layanan terhadap
masyarakat yang ingin donor membaik, serta kebutuhan volume darah terpenuhi.









Kegiatan Donor Darah ini merupakan program rutin sekali dalam tiga bulan yang diselenggarakan pengurus KSR PMI Unit 01 IAIN Parepare bekerjasama dengan pengurus UTD PMI kota Parepare. Hal tersebut disampaikan Ketua KSR PMI Unit 01 Parepare, Mulia Gading saat dimintai keterangannya. “Kegiatan donor darah ini rutin dilaksanakan setiap sekali dalam tiga bulan.  Sebagai satuan unit Palang Merah Indonesia, kami berkomitmen untuk melakukan kerja-kerja kemanusiaan, khususnya dalam penyediaan darah bagi sesama. Target kami, sekitar 70 – 100 kantong setiap kali pelaksanaan donor darah di kampus ini.” Pungkasnya. (s.s)


Rabu, 24 April 2019

Catat, 29 April Batas Akhir Pendaftaran UM-PTKIN


Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru melalui Ujian Mandiri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau biasa disebut UM-PTKIN.





Jalur ini merupakan jalur khusus untuk perguruan tinggi negeri yang ada di bawah naungan Kementerian Agama.
Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Dr. M. Ali Rusdi, menjelang penutupan pendaftaran pada tanggal 29 April 2019 jumlah peminat kian meningkat, baik yang daftar secara online di rumah masing-masing maupun yang datang langsung ke Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Parepare.





Simak berikut ini, informasi lengkap terkait UM-PTKIN mulai dari jadwal pelaksanaan, syarat dan tata cara pendaftaran, biaya pendaftaran, dan sebagainya.





Syarat Pendaftaran UM-PTKIN





  1. Lulus tahun 2017, 2018, dan 2019 dari Satuan Pendidikan MA/MAK/SMA/SMK/Pesantren Muadalah atau yang setara dan memiliki izin dan Kementerian Agama RI
    • Lulusan tahun 2017 dan 2018 harus sudah memiliki ijazah
    • Lulusan tahun 2019 harus mempunyai Surat Keterangan Lulus/Ijazah dari Kepala Madrasah/Sekolah/Pesantren Muadalah yang dilengkapi dengan pas foto terbaru dan ditandai stempel Madrasah/Sekolah/Pesantren Muadalah
  2. Ijazah/Surat Keterangan Lulus akan divalidasi sebelum pelaksanaan ujian
  3. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di PTKIN
    Jadwal Seleksi
    • Pendaftaran ujian dilakukan pada: 2 April – 30 April 2019
    • Pembayaran di Bank BNI: 2 April – 29 April 2019
    • Pelaksanaan ujian: 28 Mei 2019
    • Pengumuan hasil ujian diumumkan pada 1 Juli 2019 mulai pukul 17.00 WIB





Biaya Pendaftaran UM-PTKIN





Peserta UM-PTKIN harus membayar biaya pendaftaran UM-PTKIN melalui Bank BNI/BNI Syariah sebesar Rp200.000. Biaya tersebut belum termasuk biaya tambahan jika transaksi menggunakan Virtual Account. Setelah membayar, kamu akan mendapatkan User ID dan password untuk login pendaftaran online.
Pada saat akan melakukan pembayaran, kamu perlu membawa KTP/SIM/KK. Nantinya nomor pada kartu tersebut akan berguna untuk melakukan proses pembayaran.





Alur Pendaftaran UM-PTKIN 2019





  1. Calon peserta mendaftar dan mengisi biodata secara online di um-ptkin.ac.id hingga mendapatkan nomor SIP (Slip Instruksi Pembayaran), PIN dan informasi nominal yang harus dibayarkan serta tata cara pembayaran
  2. Calon peserta melakukan pembayaran di Bank BNI atau selain BNI dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Melalui Bank BNI/BNI Syariah, pembayaran dapat dilakukan di seluruh kantor cabang, ATM, SMS Banking, Keagenan Bank BNI/BNI Syariah dengan menunjukkan atau memasukkan nomor SIP
    • Selain Bank BNI, pembayaran dapat dilakukan dengan cara transfer ke Virtual Account BNI melalui kantor pos atau bank mana pun di seluruh Indonesia yang mendukung transfer antar bank dengan menunjukkan nomor SIP sebagai nomor Virtual Account BNI
  3. Peserta mendapat bukti pembayaran. Biaya seleksi yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun
  4. Peserta melanjutkan pendaftaran online di um-ptkin.ac.id (klik untuk daftar sekarang) dengan memasukkan nomor SIP dan PIN untuk memilih kelompok ujian, program studi, lokasi ujian dan tipe ujian (CBT atau PBT) hingga cetak kartu ujian.
  5. Mengikuti ujian CBT atau PBT di lokasi PTKIN yang telah dipilih
    Tata Cara Pendaftaran Online UM-PTKIN
  6. Buka website resmi pendaftaran UM-PTKIN, yaitu um-ptkin.ac.id
  7. Klik menu “Daftar” lalu klik tombol “Daftar
  8. Isi biodata pendaftaran hingga mendapatkan nomor Slip Instruksi Pembayaran (SIP) dan PIN
  9. Membayar biaya pendaftaran di Bank BNI/BNI Syariah
  10. Login ke alamat um-ptkin.ac.id dengan klik menu “Daftar”, lalu pilih tombol “login”
  11. Login menggunakan nomor SIP dan PIN
  12. Lanjutkan proses pendaftaran hingga cetak kartu ujian
  13. Jika sudah selesai, cetaklah bukti pendaftaran online
  14. Bukti pendaftaran online akan berupa kartu tanda peserta UM-PTKIN
  15. Bawa kartu tanda peserta saat ujian berlangsung




Pilihan PTKIN dan Program Studi di UM-PTKIN





  1. Peserta boleh memilih maksimal 3 Program Studi yang ada di IAIN Parepare
  2. Program studi pertama wajib diisi, sedangkan program studi pilihan kedua dan ketiga tidak wajib
  3. Urutan pilihan menyatakan prioritas




Tipe Ujian UM-PTKIN





  1. Peserta dapat memilih tipe ujian yang disukai dengan syarat kuota ruangan masih tersedia. Berikut adalah 2 tipe ujian yaitu:
    • Paper Based Test (PBT): ujian diselenggarakan secara tertulis. Soal dan jawaban disajikan di dalam kertas. Untuk tes ini peserta wajib membawa pensil 2B pada saat ujian karena tes ini menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK)
    • Computer Based Test (CBT): ujian yang diselenggarakan menggunakan komputer dengan jumlah butir soal dan panjang waktu tes yang sama dengan PBT. Perbedaannya terletak pada teknik penyajian yang tidak menggunakan kertas (paperless), baik itu naskah soal ataupun lembar jawaban.





Kelompok Ujian UM-PTKIN





  1. Kelompok IPA, dengan materi ujian Tes Kemampuan Dasar (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman) dan Kemampuan IPA
  2. Kelompok IPS, dengan materi ujian Tes Kemampuan Dasar (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman) dan Kemampuan IPS
  3. Kelompok IPC, dengan materi ujian Tes Kemampuan Dasar (Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman) dan Kemampuan Campuran (IPA dan IPS).




Sumber: Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Parepare. https://pmb.iainpare.ac.id/





Contact Person :





Ketua Panitia / DR. Musyarif (085255417075)





Sekretaris / DR. Ali Rusdi (085257099481)






ZAINAL SAID DILANTIK SEBAGAI ANGGOTA MPDN KOTA PAREPARE


Humas IAIN Parepare--- Bertempat di Swiss-Benhill Hotel Makassar, Dosen IAIN Parepare, Zainal Said dilantik sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) kota Parepare bersama dengan 8 orang lainnya oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Priyadi, Selasa, 23 April. Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) kota Parepare yang dilantik merupakan perwakilan masing-masing unsur profesi yang terdiri atas, Zainal Said dari akademisi (IAIN Parepare), Jayadikusumah (Kepala LPKA Kelas II Parepare), Noer Putra Bahagia (Kepala Kantor Imigrasi kota Parepare), Muh. Husni Syam (Inspektur kota Parepare), Khaeruddin Karim (akademisi), Sunardi Purwanda (akademisi), H. Muh. Tahir (notaris), Ichwan Ismail (notaris), dan Lia Trizza Firgita Adhilla (notaris).









Zainal Said yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare mengabarkan berita gembira tersebut via pesan singkat di whatshapp. Melalui pesan tersebut, Zainal juga menyampaikan permohonan dukungan dan support kepada seluruh civitas akademika IAIN Parepare atas amanah baru yang dipercayakan kepadanya. Ucapan terima kasih bahkan disampaikan secara khusus kepada Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan. “Saya mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Rektor atas support dan kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris kota Parepare”, tulisnya.









Berdasarkan Permenkumham RI nomor M.02.PR.08.10 tahun 2004 tentang tata kerja majelis pengawas notaris menunjukkan bahwa peran dan kewenangan majelis pengawas natoris sangat vital dalam melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kinerja notaris. Notaris merupakan jabatan yang memiliki kewenangan membuat akta-akta otentik terhadap pihak-pihak dalam hubungan keperdataan. Agar notaris bertindak adil dan tidak memihak, majelis pengawas diberikan kewenangan melakukan pembinaan dan pengawasan hingga pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas dan perilaku notaris tersebut.





Masuknya nama Zainal Said sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris kota Parepare dari unsur akademisi dinilai sebagai sebuah kepercayaan masyarakat dan negara atas pengabdian, dedikasi dan kapasitas pribadi mau pun kelembagaan. “Kiprah dan pengabdian dosen atau pun civitas akademika lainnya dalam masyarakat atau pun di lembaga pemerintahan merupakan kepercayaan dan menjadi indikator bahwa IAIN Parepare semakin memiliki peran dan kontribusi besar di luar kampus” ujar Mujahidah, salah satu dosen IAIN Parepare menanggapi pelantikan Zainal Said.





Kepakaran Zainal Said di bidang hukum tidak
diragukan lagi untuk mewakili akademisi di MPDN kota Parepare dengan merujuk
riwayat pendidikannya. Dia (Zainal) adalah alumni S1 Perbandingan Hukum IAIN
Alauddin Makassar, S2 Hukum Ekonomi UMI Makassar, dan S3 Politik Hukum UGM
Yogyakarta.


Selasa, 23 April 2019

SPAN PTKIN: Pendaftaran Ulang dimulai 6 Mei 2019


IAIN Parepare--- Pengumuman Hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (PTKIN) IAIN Parepare telah diumumkan pada tanggal 1 April 2019. Dari 11.154 pilihan pendaftar melalui jalur SPAN PTKIN tersebut hanya 600 orang yang dinyatakan lulus seleksi.





Menurut Sekretaris panitia pelaksana harian Penerimaan  Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Parepare, Dr. M. Ali Rusdi mengungkapkan pendaftaran ulang dimulai tanggal 6 Mei 2019.





Hal-hal
yang harus diperhatikan oleh calon mahasiswa baru, di antaranya:





  1. Pendaftaran ulang secara manual di Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Parepare.
  2. Waktu pelaksanaan pendaftaran ulang dilakukan mulai 6-24 Mei 2019, artinya ada perpanjangan pendftaran ulang dari jadwal semula 6-10 Mei 2019.
  3. Pelayanan pendaftaran dilakukan pada saat hari kerja mulai pukul 07.30-16.00 Wita.
  4. Adapun persyaratan yang harus dilengkapi adalah:
  5. Fotocopy Ijazah yang telah dilegalisir bagi calon mahasiswa baru yang telah memiliki ijazah MA/SMA/SMK/Muadalah/Sederajat, sedangka bagi calon mahasiswa baru yang belum memiliki ijazah cukup membawa surat keterangan lulus dari sekolah 1 lembar .
  6. Calon mahasiswa baru diharuskan menyerahkan foto 3 x 4 sebanyak 4 lembar latar merah.
  7. Calon mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus pada jalur SPAN PTKIN IAIN Parepare, tetapi tidak melakukan pendaftaran ulang pada jadwal yang telah ditentukan dinyatakan gugur.
  8. Adapun alur pendaftaran ulang yang harus dilalui oleh mahasiswa baru sebagai berikut:
  9. Mengambil Surat Keterangan Lulus (SKL) di Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Parepare.
  10. Mengambil blanko pembayaran di Keuangan dengan memperlihatkan SKL dari panitia.
  11.  Membayar biaya UKT/SPP di bank BRI
  12. Setelah melakukan pembayaran selanjutnya dilakukan proses validasi hasil pembayaran UKT/SPP di Keuangan dengan memperlihatkan Surat Keterangan Lulus
  13. Proses selanjutnya penerbitan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) di bagian akademik kampus dengan memperlihatkan SKL dan Blanko Pembayaran.
  14. Setelah Nomor Induk Mahasiswa terbit, calon mahasiswa baru diharuskan  mendaftar sebagai anggota Perpustakaan IAIN Parepare.
  15. Terakhir menuju fakultas masing-masing untuk proses selanjutnya.
  16. Adapun jadwal kegiatan mahasiswa akan disertakan pada Surat Keterangan Lulus (SKL).




Bagi calon mahasiswa baru yang belum lulus melalui Jalur SPAN PTKIN IAIN Parepare dapat mendaftar pada jalur UM-PTKIN yang akan berakhir pada 30 April 2019. Pendaftaran dapat dilakukan secara online Klik untuk Daftar UM-PTKIN (Jalur kedua) atau kunjungi langsung Sekretariat panitia penerimaan mahasiswa baru di Kampus IAIN Parepare.





Dapatkan informasi lebih lengkap di
https://pmb.iainpare.ac.id/










Senin, 22 April 2019

Rektor IAIN Curup: IAIN Parepare Layak Jadi Barometer


IAIN PAREPARE --- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Rahmad
Hidayat dalam kunjungannya ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengatakan
bahwa IAIN Parepare layak untuk dijadikan barometer dan percontohan.





“IAIN Pare merupakan salah satu IAIN baru diantara delapan yang saya liat
lebih dulu melengkapi, kesimpulannya bahwa layak untuk dijadikan sebagai barometer
dan percontohan untuk seluruh IAIN maupun seperjuangan delapan IAIN baru”
ungkapnya.





Tidak hanya itu, Rahmad Hidayat kerap kali memuji konstruksi bangunan dari
IAIN Parepare selama berkeliling kampus melihat Gedung Pascasarjana,
Perpustakaan, Auditorium dan Zona Akreditasi. Ia pun berniat untuk kembali ke
IAIN Parepare untuk membangkitkan kultur budaya antara Bugis dan Curup. “Ingin
membangkitkan kultur, hasil produk budaya antara Bugis dan Curup yang dari
asumsinya ada kaitan antara Bugis dan Curup dalam sejarah,” tutupnya





Rektor IAIN Curup, berkunjung ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Parepare, Senin (22/04). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Rektor IAIN
Parepare, Ahmad Sultra Rustan bersama Wakil Rektor I, Sitti Jamilah Amin dan
Wakil Rektor III, Muhammad Saleh. Kedatangan Rektor IAIN Curup, disambut dan
dijamu di ruangan kerja Rektor IAIN Parepare.





Selain memperlihatkan keindahan gedung, Rektor IAIN Parepare pun
menunjukkan pemandangan (view) yang indah dari Kota Parepare yang bisa
dilihat dari Gedung Pascasarjana


Rektor IAIN Parepare Sambut Hangat Kunjungan Rektor IAIN Curup


IAIN PAREPARE --- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Rahmad Hidayat berkunjung ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Senin (22/04). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan bersama Wakil Rektor I, Sitti Jamilah Amin dan Wakil Rektor III, Muhammad Saleh. Kedatangan Rektor IAIN Curup, disambut dan dijamu di ruangan kerja Rektor IAIN Parepare. Setelah itu, berkeliling untuk melihat kondisi gedung IAIN Parepare diantaranya Gedung Pascasarjana, Zona Akreditasi, Auditorium dan Perpustakaan.





Tidak hanya memperlihatkan keindahan gedung, Rektor IAIN Parepare pun
menunjukkan pemandangan (view) yang indah dari Kota Parepare yang bisa
dilihat dari Gedung Pascasarjana.





Rektor IAIN Curup mengatakan bahwa IAIN Parepare layak untuk dijadikan
barometer dan percontohan. “IAIN Pare merupakan salah satu IAIN baru diantara delapan
yang saya liat lebih dulu melengkapi, kesimpulannya bahwa layak dijadikan
barometer dan percontohan,” ungkapnya sebelum meninggalkan ruangan kerja Rektor
IAIN Parepare.





Kunjungan Rektor IAIN Curup kali ini merupakan kunjungan pertama di IAIN
Parepare, ia pun berniat untuk kembali membangkitkan kultur budaya antara Bugis
dan Curup. “Ingin membangkitkan kultur, hasil produk budaya antara Bugis dan
Curup yang dari asumsinya ada kaitan antara Bugis dan Curup dalam sejarah,”
tutupnya.





Akhir pertemuan, Rektor IAIN Parepare menyerahkan cenderamata berupa plakat kepada Rektor IAIN Curup sebagai kenang-kenangan.






LP2M GELAR SEMINAR PROPOSAL DOSEN TAHUN 2019






Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri Parepare menyelenggarakan Seminar Proposal Penelitian Dosen Tahun 2019, di gedung Perpustakaan IAIN Parepare lantai  5, Kamis, 18 April 2019. Yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang APL Dr. Sitti Jamilah Amin, M.Ag.









Seminar Proposal
penelitian ini dibagi dalam dua bagian. Pada tiap bagian ada reviewer yang akan
menguji proposal yang sudah dibuat oleh Dosen IAIN Parepare. Para Nomine
diberikan waktu sekitar 7-10 menit untuk mempresentasikan Proposalnya kepada
reviewer. Setelah mempresentasikan proposal reviewer akan memberikan
masukan-masukan agar  proposal yang sudah
dibuat menjadi lebih baik. Reviewer tersebut terdiri dari Prof. Dr. H.  Muhammad Saleh Tajuddin,M.A dan  Dr. Buhaerah, M.Pd.





kegiatan seminar
proposal ini bertujuan dalam rangka pengendalian mutu penelitian Dosen tahun
2019 dilingkup IAIN Parepare yang Diikuti 38 judul proposal.